21 September 2009

ASKEP EKSTERPASI LIPOMA



 


DOWNLOAD DISINI


ASUHAN KEPERAWATAN





I. PENGKAJIAN:


Pengkajian ini dilakukan pada tanggal 15 september 2006 pukul 08.00 Wib diruang Rajawali RSU Ungaran 


A.    Identitas pasien


Nama                                             : Ny


Umur                                             : 32 Th


Jenis kelamin                                 : Perempuan


Pekerjaan                                       : Rumah tangga


Pendidikan                                                : SLTP


Alamat                                          : Sendang rejo Rt 04/Rw07 Ungaran


Dx medis                                       : Eksterpasi lipoma.


Identitas penanggung jawab         :


Nama                                             : Tn M


Umur                                             : 35 Th


Jenis kelamin                                 : Laki-laki


Pekerjaan                                       : Pegawai pabrik


Pendidikan                                                : SLTA


Alamat                                          : Sendang rejo Rt 04/Rw07 Ungaran


Agama                                           : Islam


Hubungan sdengan pasien            : Suami





B.     Keluhan utama


Nyeri post Operasi





C.    Riwayat keshatan sekarang


Klien datang ke poli bedah RSU ungaran pada tanggal 11 september 2006 jam 10.00 Wib klien datang untuk memeriksakan benjolan di pinggang sebelah kiri yang sudah pernah di periksakan dua tahun lalu (2004) yang dinyatakan Dr. sebagai tumor dan harus di operasi tetapi karena klien baru hamil maka baru sekarang (2006) baru periksa lagi ke poli bedah. Dan dinyatakan akan di Op pada tanggal 12 september 2006 dan sementara sekarang klien dirawat diruang rajawali.





D.    Riwayat kesehatan dahulu


Klien sudah menderita ada benjolan dipinggang kiri sejak dua tahun yang lalu (2004) dan dinyatakan tumor dan baru tanggal 12 september 2006 dilakukan operasi.

A.    Riwayat kesehatan keluarga
Keluarga tidak ada yang menderita penyakit tumor maupun kanker

B.     Pengkajian pola fungsional
1.      Persepsi terhadap kesehatan
Klien menyatakan bahwa kesehatran sangat berharga, klien akan melakukan apa saja supaya klien sehat lagi. Sehingga dapat bekerja sebagai I bu rumah tangga
2.      pola aktifitas dan latihan
Sebelum sakit : klien menyatakan aktifitas dilakukan mandiri yaitu sebagai ibu rumah tangga.
Selama sakit : setelah OPerasi klien takut melakukan aktifitas, kluien masih ditempat tidur karena takut terjadfi sesuatu pada jahitan post operasi.
3.      Pola istirahat dan tidur
Sebelum sakit : Klien tidur ± 8 jam sehari, siang hari tidak pernah / biasa tidur, tidur hanya pada malam hari.
 Selama sakit : Klien menyatakan tidak dapat tidur nyaman karena tyakut untuk miring kanan ataupun kiri.
4.      Pola nutrisi dan metabolic
Sebelum sakit : Klien biasa makan tiga kali sehari dan minum  delapan gelas sehari, habis satu porsi dengan komposisi nasi lauk, sayur, buah selama sakit : Klien menyatakan makan tiga kali sehari habis satu porsi dengan komposisi nasi, Lauk, sayur, buah dan klien menyatakan tidak ada gangguan dalam makan .


5.      Pola eliminasi
Sebelum sakit : Kien bniasanya BAB 1 kali sehari pada pagi hari tetapi kadang 2 kali sehari, sedangkan BAK 4 sampai 6 kali sehari dan lancer selama sakit : Klien menyatakan belum dapat BAB selama setelah operasi tetapi BAK 2 sampai 3 kali sehari dengan warna kuning dan bau khas.
6.      Pola kognitif perceptual
Klien menyatakan takut dan khawatir dengan keadaanya sejak dinyatakan tumor. Tapi setelah operasi klien mulai lega dan tenang.
7.      Pola konsep diri
Gambaran diri : Klien beranggapan tubuh dan badan akan sehat kembali setelah perawatan.
Ideal diri : Klien menyatakan harus cepat sembuh biar dapat merawaqt anak dan keluarganya
Identitas diri : Klien menyatakan dia adalah seorang ibu dan memiliki 2 orang anak dan suami.
Harga diri : Klien merasa berharga karena tetangga, keluarga menjenguk dan memperhatikan dirinya selama sakit.
Peran : Klien berperan sebagai ibu rumah tangga yang harus merawat keluarga tetapi selama sakit klien tidak dapat menjalankan secara baik.
8.      Pola koping
Klien yakin setelah operasi dan mendapatkan perawatan dan pengobatan dirumah sakit klien dapat sembuh.
9.      Pola seksual reproduksi
Klien berjenis kelamin permpuan dan mempunyai dua orang anak. Klien masih menstruasi normal tiap bulan dengan siklus 28 hari.
10.  Pola peran berhubungan
Klien tinggal dirumah bersama suami dan 2 orang anak. Hubungan dengan keluarga, tetangga terlihat dari orang yang datang menjenguknya.
11.  Pola nilai dan kepercayaan
Klien beragama islam, klien berkeyakinan yang penting berusaha tuhan yang menetukan, sembuh dan tidaknya. Tetapi klien yakin kan sembuh.
C.    Pemeriksaan Fisik
1.      keadaan umum : Lemah
2.      Kesadaran : Komposmetis
3.      Vital Sign
TD : 120/70 mmHg
S     : 36,5 °c
N    : 80 x / menit
RR  : 18 x / menit
4.      Kepala : Simetris, rambur bersih, dan tidak ada benjolan
5.      Mata  : Konjungtifa tidak anemis, pupil isokor, tidak iterik.
6.      Mulut : Mukosa bibir kering, gigi bersih, tidak ada stomatitis.
7.      Hidung : Tidak ada polip/ benjolan, tidak ada secret, lubang simetris.
8.      Telinga : Simetris, tidak ada benjolan, dan tidak ada serumen.
9.      Leher : Tidak ada pembesaran kelenjar tiroid.
10.  Dada / paru-paru
I : Simetris
P: Taktil fremitus ada getaran
P: Sonor
A: Vesikuler
11.  Jantung
I : Iktus kordis tidak tampak
P: Tidak ada pambesaran jantung
P: Redup
A: S1 dan S2 reguler.
12.  Abdomen
I : Luka bekas operasi dilateral dekstra, terdapat 8 jahitan, tidak ada pus, darah, luka kering.
A : Peristaltik 12 x / menit
P : Tidak ada nyeri tekan
P : Tyimpani

13.  Ekstremitas
Tidak ada oedem dan dapat bergerak bebas, tonus otot kuat, kekuatan otot lima.
14.  Genetalia
Bersih tidak ada benjolan
15.  Anus
Tidak ada Hemoroid

            Pengkajian nyeri :
            P: Klien menyatakan nyeri pada luka jahitan setiap bergerak miring.
            Q: Klien menyatakan nyeri sepeti di iris-iris
            R: Klien menyatakan  nyerio pada luka jahitan bekas operasi
            S  : Klien menyatakan nyeri skala 5
      T : Klien menyatakan nyeri sejak setelah operasi dan nyeri bertambah setiap saat bergerak.

D.    Pemeriksaan penunjang
1.      pemeriksaan laborat  darah
WBC : 10,5 10/ml       (4,0 -11,0)
RBC  : 4,57 10/ml       (3,80 – 6,50)
HBG  : 13,4 g/dl         (11,0 – 16,0)
PLT   : 325 10/ml        (150  - 450)
PCT   : ,271 %             (100 – 500)
2.      pemeriksaan laborat  urin
glukosa sewaktu: 122              (<150 mm%)
ureum                 : 33,9            (10 -50 mg%)
Kreatinin            : 1,2              (0,5 - !,2mg%)
3.      Pemeriksaan diagnostic
EKG : sinus bradikardi



E.     Program terapi tanggal 15 september 2006
Inpesin 3x500 mg per oral
Toxsegram 2x1 gr IV
Torasik 2x1 mg IV
Infus RL 20 tts/mn

II. Analisa data
NO
Hari/tanggal
Data fokus
etiologi
masalah
TTD
1
15 september 2006 j.08.00
DS :
P : Klien menyatakan nyeri pada luka jahitan setiap bergerak miring.
Q: Klien menyatakan nyeri sepeti di iris-iris
R: Klien menyatakan  nyerio pada luka jahitan bekas operasi
S  : Klien menyatakan nyeri skala 5
T : Klien menyatakan nyeri sejak setelah operasi dan nyeri bertambah setiap saat bergerak.
DO :
Ekspresi wajah meringis kesakitan

Diskontinuitas jaringan sekunder post operasi limfoma
nyeri

2
Jumat 15 september 2006
j.08.00
DS
DO:
Luka post operasi jahitan 8 diabdomen
Luka kering, tidak ada kemerahan, pus / perdarahan
Diskontinuitas jaringan sekunder post operasi limfoma
Resti infekasi

3
Jumat 15 September 2006
J.08.00
DS :
Klien mengeluh takut miring kekiri
DO :
Luka jahitan post operasi
Klien tampak cemas
Krisis situasi
ansietas


III. DIAGNOSA KEPERAWATAN
1.      Nyeri b/d diskontinuitas jaringan sekunder post operasi limfoma
2.      Resiko infeksi b/d diskontinuitas jaringan sekunder post operasi limfoma
3.      Ansietas b/d krisis situasi












IV. PERENCANAAN KEPERAWATAN
NO
Hari/ tanggal
Diagnosa keperawatan
tujuan
intervensi
TTD
1
Jumat15 september 2006
Nyeri b/d diskomtinuitas jaringan sekunder post operasi limfoma
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 1X 25 menit nyeri dapat terkontrol dengan KH:
Klien menyatakan nyeri berkurang
1.       Skala nyeri berkurang 1-2
2.      TD 120/80 mmHg
3.      RR: 18-20 x/menit
-        Atur posisi nyaman (sim)
-        Ajarkan teknik relaksasi ( Nafas dalam)
-        Pantau nyeri
-        Kaji ulang kualitas dan intensitas nyeri
-        Kolaborasi dengan dokter untuk pemberian analgesic (torasik 2X 1 mg IV)

2
Jumat 15 september 2006

Resti infeksi b/d diskontinuitas jaringan sekunder post operasi limfoma
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 1x24 jam resiko infeksi tidak terjadi dengan KH:
1.       Luka tidak sakit
2.       Luka kering
3.       Tidak ada kemerahan      
4.         Tidak ada tanda infeksi
-     Awasi suhu
-     Lakukan cuci tangan dengan baik
-     Berikan perawatan luka
-     Lihat insisi dan balutan, catat karakteristik luka jahitan
-     Berikan antibiotic sesuai indikasi

3
Jumat 15 september 2006
Ansietas b/d krisis situasi
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 1x24 jam cemas dapat berkurang dengan criteria hasil
1.   Klien mengatakan
2.   tidak takut terhadap luka jahitan

-     Diskusikan tindakan keamanan
-     Berikan penjelasan setiap tindakan
-     Berikan penggunakan management stress dengan nafas dalam





 

Z3roCooL. Copyright 2008 All Rights Reserved